--> Lilypie 1st Birthday Ticker

Pemadaman Listrik Bergilir?

May 31, 2008

Wah, susah dah kalo terjadi yang sperti ini. Di kotaku, hal ini menjadi momok, terutama bagi aku. Listrik sering padam, ngga perduli pagi, siang apa sore. Aktivitas sehari-hari bener-bener terganggu. Listrik sering mati, terutama di pagi hari. Mungkin menurut perkiraan pihak PLN, pagi hari listrik gag begitu diperlukan, karena dunia sedang terang benderang kala itu. Tapi klo memang PLN punya perkiraan seperti itu, aku kira itu salah besaaarrrr. Karena kebanyakan aktivitas dilakukan ya waktu pagi sampe siang.

Gara-gara pemadaman listrik, aku jadi gag bisa bangun "agak" siang, karna kipas angin dari pagi dah gag bisa beroperasi lagi, gerahlah jadinya. Aku juga nggak bisa lagi online dari rumah, karna without electricity, my notebook can’t operate (maklum, karna ntu laptop batrenya udah soak). Aku juga gag bisa lagi nonton tipi sambil menikmati segelas minuman dingin, huh.. Sedihnya lagi, klo lagi ada tugas yang lagi deadline, perlu di print, segera diserahkan hari ini juga, tapi listrik padam, siyal banget jadinya..

Tapi, aku pantang menyerah, meskipun listrik sering padam, aku tetep bisa online. Yah, meskipun harus berkorban sdikit, yaitu dengan nyamperin warnet langganan. Pikirku, di warnet itu gag mungkin sampe padam listriknya, karna punya genset. Tapi ternyata, waktu pertama kali listrik padam, tetep ajah komputernya harus mati sbentar. Huh, kurang canggih pokoknya… Tapi, mendingan pergi ke warnet daripada manyun di rumah. :-)

Entah kenapa kok terjadi yang sperti ini. Kata orang-orang di kampungku siy, pemadaman dilakukan karna banyak yang nunggak bayar listriknya.. Tapi klo dipikir-pikir, ini gag adil. Aku jadi kena pemadaman juga, padahal ibuku selalu rajin bayar tagihan listrik loh.. Klo bisa sih, yang dipadamin ya yang bayarnya suka nunggak-nunggak aja gtu.. Biar sama-sama menguntungkan, dan g saling merugikan, huehehhee…

Joining Technorati

May 13, 2008

A few minutes ago, i have just joining Technorati. What i’m doing here is such a step to make my blog have a "claimed" status. I have to write a post containing this link. Check out my profile:

Technorati Profile

Hoola, finished.. Hope that this blog shows as "claimed" as soon as possible at Techrorati pages.

Name for Your Baby

May 9, 2008

Tidak terasa, usia kehamilanku saat ini sudah mencapai angka 8. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Banyak juga yang sudah aku persiapkan. Segala keperluan bayi untuk adik kecil yang mau lahir, udah siap, nama juga udah siap, dana alhamdulillah juga udah siap, tinggal menyiapkan satu hal, yaitu fisik dan mental serta kondisi psikologisku untuk menghadapi persalinan nanti. Semoga bisa melahirkan normal, mudah, lancar, sehat dan selamat smuanya, amiin..

Bagi temen-temen, yang juga calon ibu baru seperti aku, tetapi belum juga memperoleh nama yang cocok untuk calon buah hati tercintah, mungkin bisa mengunjungi situs-situs di bawah ini. Semoga bermanfaat..

http://www.babynames.com

http://www.babycenter.com/babyname

Bathing your Baby

Apakah anda seorang calon ibu baru dan tidak punya pengalaman serta pengetahuan bagaimana cara memandikan seorang bayi yang baru lahir? Kalau iya, berarti sama dengan saya. Tapi akhirnya saya berhasil mendapatkan tutorial bagaimana cara memandikan bayi dengan baik. Ada satu kunci utama, yaitu hati-hati dan jangan sembrono, karena bisa berakibat fatal.. Berikut ini kunci-kunci lainnya:
 

  1. Taruh bayi di atas perlak, satu per satu lepaskan baju. Bersihkan lebih dulu jika si kecil ngompol atau pup. Seka dengan waslap yang telah dicelupkan air hangat. Mulai dari kepala, muka, lipatan leher, tangan, dada, lipatan ketiak, paha kaki, terakhir yang paling kotor yaitu lipatan paha, area kelamin dan pantat.
  2. Sabuni bayi, dengan waslap yang ditetesi sabun, mulai dari atas ke bawah.
  3. Angkat bayi dengan cara menyelipkan tangan kiri di bawah tengkuknya (jika Anda tidak kidal), lalu pegang erat-erat ketiaknya. Tangan kanan memegang tubuhnya untuk dimasukkan ke dalam bak mandi. Pegang bagian punggung dan leher bayi dengan telapak tangan kiri, sementara ibu jari dan telunjuk menutup telinga kanan dan kiri bayi agar tidak kemasukan air. Bilas dengan tangan kanan ketika membasuh seluruh tubuhnya, dimulai dengan bagian kepala. Jangan lama-lama, agar bayi tak kedinginan. Untuk membersihkan punggungnya, balikkan tubuh bayi dengan cara sangga tubuhnya dan pegang erat ketiaknya dengan tangan kiri. Tangan kanan bisa mulai membilas bagian belakang.
  4. Setelah tak tersisa bekas busa dan shampoo, angkat bayi dan letakkan di atas handuk yang telah disiapkan. Tutup tubuh bayi dengan bagian handuk di sebelah kiri dan kanan, lalu keringkan kepalanya. Setelah itu keringkan seluruh tubuhnya, tangan dan kaki. Pastikan bagian lipatan seperti leher, paha, ketiak kering dari air. Pda bayi gemuk banyak terdapat lipatan.
  5. Pindahkan bayi ke susunan pakaiannya. Perhatikan tali pusatnya. Jika ada kotoran atau kerak di pinggiran atau bagian dalam pusar, bersihkan dengan cotton buds yang telah dibasahi dengan alcohol 70%. Olesi perut dan punggung bayi dengan minyak telon. Boleh diberi bedak, meskipun tidak harus. Pada lipatan-lipatan, boleh juga diberi krim. Setelah itu pakaikan popoknya, lalu bajunya.
  6. Setelah bayi mengenakan baju, bersihkan mata, mulut dan telinganya. Bersihkan kedua matanya dengan kapas yang telah direndam air matang, dari ujung mata ke arah hidung. Gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata. Bersihkan lubang hidung dan daun telinga dengan cotton buds. Jangan masukkan cotton buds ke dalam lubang telinga. Bersihkan bagian luar telinganya saja.
  7. Setelah semua selesai, bagian muka bayi boleh diberi bedak dengan cara mengusapnya. Kemudian bayi kita peluk supaya ada transfer rasa hangat dari badan ibu ke bayi. 
    Sumber: Mom & Kiddie edisi 18

Suara Hati Petani

Di negeriku ini banyak terdapat kejanggalan. Baik itu di bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, bahkan lingkungan dan alam pun juga jadi ikut-ikutan aneh. Kapankah negriku ini ini bisa menjadi sebuah negeri yang "sehat"? Kapanpun itu, negri ini tidak akan pernah menjadi "sehat", jika tidak kita mulai dari diri kita sendiri, sedikit demi sedikit, untuk melakukan perubahan.

Well, mari kembali fokus ke judul post..

Para petani di Indonesia, pentingkah keberadaannya? Mungkin ada yang menganggap tidak penting. Ada atau tidaknya masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai petani, toh tetep saja kita masih bisa makan beras impor dari negara lain, atau dengan mengganti makanan pokok yang notabene adalah nasi, dengan roti dan susu, misalnya. Tetapi, apakah itu merupakan solusi terbaik? Bayangkan, kalau misalnya untuk makan, yang merupakan kebutuhan pokok semua orang, negara kita ini harus mengimpor berapa banyak beras, untuk penduduk Indonesia yang nggak sedikit jumlahnya?? Berapa banyak dana anggaran yang harus dikeluarkan hanya untuk makan? Lalu untuk kebutuhan negara lainnya, gimana? Untuk pendidikan, kesehatan, perekonomian, pemerintahan??? Sedangkan jika makanan pokok orang Indonesia yang selama ini adalah nasi, rasa-rasanya kalau harus diganti dengan roti dan susu?? Mampukah semua orang menerapkannya? Saya rasa tidak.. Ada yang tidak mampu membeli karena faktor ekonomi, ada juga yang tidak mau mencoba karena memang nggak doyan dengan makanan seperti itu. Yah, seperti biasa, hanya akan bisa diterima oleh beberapa kaum / golongan tertentu saja. Jadi, tidak efektif, bukan?

(more…)

Mana yang duluan?

May 3, 2008

Duluan mana ya?

Ayam atau telur?

Your Ad Here -->