--> Lilypie 1st Birthday Ticker

Segelintir Masyarakat Pers Indonesia

April 28, 2008

Post ini tidak bermaksud melakukan generalisasi terhadap semua masyarakat pers, tetapi cuma ingin memberikan wawasan, tentang kelakuan segelintir masyarakat pers negriku ini yang mungkin berpotensi mencemarkan nama baik pers. Ini adalah kisah nyata, bukan rekayasa, huehehhe…

Kenapa harus ada post ini di blog ini? Sebel, mungkin yang mendasari munculnya post ini. Bagimana ngga sebel. Tiap hari, banyak wartawan dari berbagai media lokal di kota ndeso, yang datang ke rumah, sambil membawa produknya, baik itu majalah, koran, undangan dan lain sebagainya, yang menurutku isinya adalah sangat tidak bermutu sekali.

Wartawan, atau siapalah itu, yg bertugas mengumpulkan informasi untuk kemudian dimuat menjadi berita di media-nya, selalu saja ingin tau apa yang sebenarnya ayahku lakukan. Meskipun ayahku tidak melakukan hal yang menyimpang, tetep saja aku ngga suka dengan kehadiran mereka di rumah. Karena menurutku kedatangan mereka adalah untuk men-target. Mereka berusaha untuk mengorek2 keterangan, jika gag dijawab, mereka akan memuat berita tentang kebohongan, tapi klo dijawab, bisa-bisa bicaranya ngalor-ngidul, gag jelas jluntrungnya, dan gag penting pastinya… Mereka baru mau pulang, meninggalkan rumah, kalau sebuah amplop, yang biasanya berisi beberapa lembar uang rupiah, udah nampak di depan mata. Akhirnya aku berani menyimpulkan, bahwa kedatangan mereka sebenarnya hanyalah untuk mendapatkan amplop itu. Kalau si amplop gag nongol, bisa-bisa ngobrol sampe pagi, atau lebih parahnya, berita tentang kebohongan akan muncul di media lokal tersebut.

Aku bingung dengan pola pikir orang-orang seperti itu. Kok bisa-bisanya berbuat sperti itu? Tidak adakah cara lain yang lebih baik dan mungkin halal untuk memperoleh penghasilan?? Entahlah, apa yang ada di pikiran mereka. Kata ibuku, mereka-mereka itu "Wong kere sepaton". Maksudnya, mereka itu sebenernya peminta-minta, cuma dandanannya lebih elit dan lebih elegan, karna pake sepatu, bajunya bagus, bawa tas, bawa map-map, tapi ternyata hanya untuk meminta-minta.. Masuk akal juga sih pendapat ibuku..

Mungkin apa yang mereka lakukan masih masuk akal, jika dalih untuk menjual majalah, koran, dan lain sebagainya itu, diikuti dengan kualitas dari informasi yang diberikan melalui medianya itu. Lha wong koran, majalah, yang isinya cuma ucapan selamat, iklan, bahkan ada yang memuat pornografi [masa’ stelah membahas isu dan berita tentang pemerintahan lokal, tiba-tiba kok ada cerita bermuatan seks??], gitu kok minta dihargai mahal. Majalah dan koran yang gag bermutu, menurutku..

Kesimpulanku sampe saat ini, mereka menggunakan media majalh dan koran yang isinya gag bermutu sama sekali itu sebagai alat untuk meinta-minta atau bahkan mungkin untuk memeras salah satu atau beberapa pihak yang menurut mereka bisa dijadikan lahan untuk memperoleh penghasilan..

Apakah ini terjadi di tempat lain? Entahlah.. Semoga hanya terjadi di kota ndeso saja. Semoga SDM dari golongan orang-orang itu bisa segera ditingkatkan kualitasnya, agar tidak merugikan pihak-pihak lain.. Dan semoga orang-orang yang seperti itu, bisa segera disadarkan dan diingatkan oleh Sang Penguasa, siapapun itu..

Long Time no See

Apa kabar kawan long time no see
kemana aja lo ato you mati
senang rasanya bertemu kembali

Bermusim-musim yang berganti
namun dirimu selalu kunanti
senang rasanya bertemu kembali

ingatkah waktu bersama tertawa
ingatkah waktu bersama terluka
ingatkah waktu bersama berbagi bahagia

wou yaa… ya.. ya.. ya…

jabat tanganku
coba salam tanganku
mari bersama-sama kita rayakan
yaya.. ya.. ya.. ya.. ya..
jabat tanganku
coba salam tangaku
mari bersama-sama kita bersulang

Steven & Coconut Treez – Long Time no See

Yep, lama bgt ngga nulis di blog, sampe blog ini jadi jamuran.. Sbenernya dari kemaren2, buanyakk banget yang pengen ku tulis di blog ini, tapi apa daya, kemalasan melanda.. Meskipun ini bukan post pertama setelah lama vakum, tapi ngga apa-apa, tetep aja post lirik ini harus tetep tampil, karna cocok banget dengan situasi sperti ini, huehehhe…

Selamat menikmati update terbaru dari blog yang pernah jamuran ini… Karna insyaallah dijamin gag bakal jamuran lagee..

Just the same

Gag enak skali moodkuw siang ni.. Knapa aq gag kunjung dewasa? Masih tetep kyk anak kecil ajah, padahal dah mau jadi seorang bunda.. Hidup memang penuh dengan lika-liku, penuh dg rahasia dan kejutan. Smuanya menjadi rahasia Ilahi, yg kemudian menjadi kejutan bagi kita yang menjalaninya.

Wanita cenderung memiliki sifat sensitif, apalagi di waktu hamil sperti yg sedang kualami saat ini. Jadi super sensitif dan mungkin jadi sdikit lebih egois. Ah, gag tau dah, dijalani ajah, mungkin dibalik smua ini, ada pelajaran yg bisa aq petik untuk kemudian dijadikan pengalaman hidup. Kata si mbah, pengalaman adalah guru yang sangat berharga..

Sperti biasa, blog ini selalu menjadi tempat curhat, karena lewat tulisan jugalah, sedikit beban pikiran bisa teratasi. Smoga kali ini blogku bisa meringankan beban pikiran ya sedang kuhadapi saat ini. Well, kebanyakan masalah yang harus kuhadapi, muncul karna rasa cemburu, entah pada apapun itu, atau pada siapapun itu.. Huh.. Brarti sampai saat ini aq masih belum bisa memanajemen qolbu ku yah?? Manajemen qolbu, bagiku masih sangat sulit untuk kulakukan. Beberapa tahun terakhir ini, aku cenderung menjadi seorang yang arogan pada qolbuku sendiri. Hingga akhirnya menjadi salah kaprah seperti sekarang ini, aku menjadi orang yang egois, maunya menang sendiri, pada apapun, pada siapapun.

Tetapi, seseorang yang aku sayangi, suamiku tercinta, selalu memberiku pengertian, membuka jalan pikiranku yg mungkin terlanjur membeku, membantuku, hingga perlahan hati dan pikiranku yang keras bak batu, kembali melunak, meskipun sesekali penyakit lamaku itu kambuh lagi.. Di saat aku terjatuh, terhempas kala aku kalah melawan egoku, maka dialah yang selalu membantuku bangkit kembali, membangkitkan semangatku, harapanku, dan membuatku tersadar untuk segera berbenah dan bergegas meraih harap dan cita. Banyak hal baru yang aku pelajari darinya, betapa hidup ini terlalu berharga untuk disia-siakan, dimana di setiap langkah yang aku tempuh, harus kulangkahkan kaki ini dengan penuh keyakinan, perjuangan dan doa.

Terimakasih Tuhan, Engkau telah memberikan anugerah ini, karena telah memberikan dia kepadaku untuk menemaniku selamanya seumur hidupku.. Amiin..

Your Ad Here -->