Your Ad Here -->

Teman

May 3, 2006

Aku belum pernah merasakan mempunyai seorang sahabat. Mungkin ada seorang, dua orang atau lebih yang menganggap aku sebagai sahabatnya, tetapi tidak demikian halnya dengan aku. Jahatnya aku yah.. Aku takut dikecewakan.. Karena itulah, aku tidak pernah menganggap dan menanamkan dalam benak atapun pikiranku, bahwa aku punya sahabat.

Aku lebih suka menganggap mereka sebagai temanku. Temanku dalam suka dan duka. Temanku yang selalu bersedia untuk menghiburku, temanku yang dengan senang hati mengingatkanku dan memberikan masukan kepadaku atas apa yang telah aku lakukan. Setahuku, pengertian “sahabat” tidak jauh beda dengan pengertian “teman” yang telah kutuliskan sebelumnya.

Sisi lain yang menurutku, bisa membedakan antara “teman” dan “sahabat” adalah:

  • Jika aku menganggap seseorang sebagai sahabatku, maka aku harus mampu mendengarkan dia, membantu dia, menghibur dia, mengingatkan dia dan menjaga dia. Tetapi itu bukanlah suatu hal yang sulit untuk kulakukan. Aku bisa dan aku akan dengan senang hati melakukan itu. Selama aku mampu, itu semua bukanlah suatu hal yang berat untuk dilakukan. Sisi lain yang membuatku tidak pernah mempunyai sahabat adalah karena jika aku menganggap seseorang sebagai sahabatku, maka aku setidaknya harus mau terbuka sama dia, sedangkan itu adalah hal yang sangat sulit untuk kulakukan. Aku tidak bisa percaya sepenuhnya pada seseorang. Aku terlalu takut disakiti. Dasar aq g punya nyali.. Tapi siapa juga yang mau sakit hati? G ada kan yang tiba-tiba pengen sakit hati? Kalopun ada, aku pengen bilang klo tu orang aneh skali.. Maap yah..
  • Jika aku beranggapan kalo aku punya sahabat, aku pasti ga pengen punya sahabat lain, karena standarnya siy, punya sahabat tu cuma satu, dua, yang pasti masih bisa dihitung dengan jari. Nah klo udah gitu, aku g bisa berkembang dunk, tiap hari sama orang-orang itu aja. Padahal orang lain juga punya banyak pengalaman yang bisa kujadikan pelajaran.
    Lain lagi ceritanya kalo aku punya banyak teman, dari tiap orang teman, aku bisa dapatkan setidaknya satu pengetahuan ataupun pengalaman yang belum pernah aku peroleh sebelumnya. Klo punya 100 orang temen, kemungkinan aku bisa punya 100 pengetahuan baru ataupun 100 pengalaman baru. Jadinya aku lebih berpengetahuan luas dan lebih berpengalaman, huehuehue..

Dari peristiwa yang baru kualami kemaren, aku bisa merasakan betapa pentingnya, betapa berharganya seorang teman. Teman-temanku yang mau peduli dengan apa yang sedang kualami, dengan apa yang sedang kurasakan. Teman-temanku yang mau memberikanku semangat disaat aku lemah, disaat aku membutuhkan seseorang yang mampu memberikan semangat. Karena teman-temanku, aku masih bisa bertahan sampai saat ini. Terimakasih, teman-temanku..

Special thanks to:
Mak – Sist Weni, atas dukungannya, atas masukannya, atas ketersediaannya untuk menghiburku disaat aku sedang membutuhkan seseorang yang mau memperhatikan aku.
Ho, atas smsnya di malam itu, yang telah membuka mata dan pikiranku, atas kondisiku selama ini yang tidak pernah kuketahui, atas saran dan masukannya yang sangat membantuku untuk bisa terus bertahan.
Ecy, atas saran dan pendapatnya tentang aku, sehingga aku bisa mengetahui keadaanku saat ini, dan keberadaanku di mata orang lain.
Semua temanku yang telah memberiku semangat, yang telah menasehatiku, memberikan saran, masukan dan solusi untuk masalah yang sedang kuhadapi.
Terakhir yang tidak pernah terlupa, Tuhanku, atas hadiah teman-temanku yang mau mengerti dan menyayangi aku.

Pulsa

Pulsa datang dan pergi, dan aku tak bisa menghindari, oh siklusnya..
Huehuehue..
Bli pulsa, pake, habis, bli lagi, pake lagi, habis lagi.. Cepet skali siy?? Koq g bisa ngontrol ya?

Klo diceritakan, mungkin semua akan berkata bahwa habisnya koq karena suatu hal yang ngga penting banget.. Tapi menurutku itu penting. Pulsa habis demi mempertahankan apa yang ingin aku pertahankan menurutku bukanlah hal yang sia-sia. Aku ngga mau lagi menyesal hanya karena aku terlalu pelit dan membatasi diriku sendiri.

Mengikuti keinginan dan apa kata hati adalah sangat penting. Kesempatan hanya akan datang sekali. Jika dalam kasus tertentu, kesempatan itu ternyata mau datang untuk kedua kalinya, itu adalah sangatlah langka dan jarang skali terjadi, kalo g lagi hoki. Jadi jangan sia-siakan kesempatan yang datang dan kondisi yang ada saat ini, karena waktu tidak akan pernah bisa untuk diputar mundur.
Btw, klo ada mesin waktu yang bisa membawaku kembali ke masa lalu, aku mau lho, berapapun itu harganya.. Klo Anda punya informasinya, tolong informasikan ke saya, karena saat ini saya butuh skali akan keberadaan dan fungsi mesin itu di sini.

Kembali lagi ke topik, ternyata pulsa itu jugalah yang mengantarkan aku pada apa yang aku inginkan selama ini. Trimakasih untuk providerku, *&$kom^#@. Trimakasih kepada bapak dan ibuku. Trimakasih padaMu, Tuhanku.

Lilypie 1st Birthday Ticker

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design