Dosenku, oh dosenku..
Oh, Ibu Dosenku, mengapa ibu pulang meninggalkan aku dan temen2 yang mau konsultasi PPSI? Padahal batas waktu untuk konsultasi kan blum habis, masih satu setengah jam lagi.. Jadi kapan kita bisa mengkonsultasikan proposal yang sudah dibikin sebaik mungkin??? Sedangkan 2 minggu kemaren, Ibu juga pulang sebelum jadwal, kita yang dah ngantri dan g tau ternyata Ibu udah pulang.. Kita kan juga pingin dapet nilai perfect, Bu.. Hiks..
Menurut wawancara ke beberapa kakak angkatan, ternyata apa yang kualami ini bukan merupakan suatu hal yang baru di kampus galon ini. Dan anehnya, tidak hanya satu dosen aja yang sperti itu, masih ada beberapa dan bahkan banyak lagi dosen yang seperti itu. Apakah memang mahasiswa harus slalu mengalah dan mau menerima smua keputusan dosen, yang sebenarnya keputusan itu kurang adil bagi mahasiswa. Hiks.. Menyebalkan sekali. Knapa dosen harus sperti itu?
Dari hasil wawancara dengan kakak angkatan tersebut, bisa disimpulkan bahwa pada intinya, sebagai mahasiswa, harus siap dan sigap dalam menghadapi hal2 dan kenyataan seperti ini. Untuk menyikapi permasalahan yang kuhadapi tersebut, dia memberikan solusi, yaitu datang konsultasi lebih awal, artinya, misalnya konsultasi dimulai dari jam17.00 sampe jam19.30, maka klo bisa ya datang ngantri jam 17.00. Benar juga siy..
Tapi aku tetep g bisa trima, harusnya bapak/ibu dosen tetep stand by di ruangannya sampe batas waktu konsultasi habis. Meskipun tidak ada mahasiswa yang nongol untuk konsultasi, antrian konsultasi sepi, atopun karena satu alasan ekstrim, misalnya bapak/ibu dosen itu punya kepentingan yang sangat mendadak yang tidak bisa ditunda lagi. Be professional, please.. Bapak/ibu digaji adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, huehuehue.. Dalam lingkungan kampus, berarti mencerdaskan mahasiswa yang ada di kampus itu. Klo terus2an bgini, kapan bisa cerdas dan tambah pinter? Knapa smua yang mudah koq malah dipersulit?? Tanya kenapa?
HUH..




kesian deh mbak atau mas mahasiswa? Mungkin bisa baca salah satu tulisan saya di sinar harapan sbb:
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0301/11/opi01.html
Just accidently browsing your blog. Good luck.
Cheers,
ES
Comment by satriyaeddy — April 13, 2006 @ 3:38 am
Terima kasih atas wacananya, Bapak Dosen..
Seandainya saja para dosen yang kurang profesional di negri ini, bisa seperti dosen2 di AS. Pasti mutu pendidikan akan lebih berkualitas, demikian juga mutu mahasiswanya. Tapi kapan yah bisa terwujud??? Tanya kapan??
Comment by dep — April 13, 2006 @ 8:57 am