Your Ad Here -->

Perbedaan

April 26, 2006

Sendiri resapi heningnya malam ini
Tanpamu disini hatiku sunyi
Berharap engkau kembali oh ..
Mengisi hari bersama lagi

Segala perbedaan itu
Membuatmu jauh dariku
Biarlah sang waktu menjaga cintamu
Nyalakanlah api cinta
Membakar ragu yang ada
Ku kan selalu setia
Hingga saat tiba

Perpisahan ini hanya tuk sementara
Sabarlah menanti usah gelisah

(Ari Lasso – Perbedaan)

Hampa

Kupejamkan mata ini
Mencoba tuk melupakan
Segala kenangan indah tentang dirimu
Tentang Mimpiku

Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa
Tuhan tolonglah diriku

Entah dimana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah di sana kau rindukan aku
Seperti diriku yang selalu merindukanmu
Selalu merindukanmu ….

Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu-satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati menjadi bararti

Namun kini kau menghilang
Bagaikan di telan bumi
Tak penahkah kau sadari
Arti cintamu untukku

(Ari Lasso – Hampa)

Yang Terdalam

Kulepas semua yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku disini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti

Takkan lelah
Aku menanti
Tak hilang
Cintaku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan kukenang di hati saja

Kau telah tinggalkan
Hati yang terdalam
Hingga tiada cinta
Tersisa dijiwa

(PeterPan – Yang Terdalam)

Bisa Saja

bisa saja kau menikmati
walau cinta bukanlah
dasar
ikatan kasih sementara
hanya karena saling
memuja

bisa saja kau mengalami
cerita orang kesepian
kesepian akan seorang
teman

teman sehati
teman bercinta
teman bicara….
yang kau inginkan

cintailah…aku
pahamilah…aku
cintailah…aku
teman hidup paling berarti
cintailah…aku
pahamilah…aku
cintailah…aku
teman hidup paling berarti

bisa saja semua
terjadi padamu
bisa saja semua padaku

bisa saja semua ini
terjadi pada kita semua

(Gigi – Bisa Saja)

Akhirnya

Kusadari akhirnya
Kerapuhan imanku
Telah membawa jiwa dan ragaku
Ke dalam dunia yang tak tentu arah

Kusadari akhirnya
Kau tiada duanya
Tempat memohon beraneka pinta
Tempat berlindung dari segala mara bahaya

Oh Tuhan, mohon ampun
Atas dosa dan dosa selama ini
Aku tak menjalankan perintah-Mu
Tak perdulikan nama-Mu
Tenggelam melupakan diri-Mu

Oh Tuhan mohon ampun
Atas dosa dan dosa
Sempatkanlah aku bertobat
Hidup di jalan-Mu
Tuk penuhi kewajibanku
Sebelum tutup usia
Kembali pada-Mu

(Gigi – Akhirnya)

dep luv..

April 25, 2006


http://www.GlitterMaker.com/ - Glitter Graphics

http://www.GraffitiGen.com/ - Graffiti Creator

http://www.GlitterMaker.com/ - Glitter Graphics

Empret

Entah dari mana asal kata Empret. Dari bahasa apa juga g jelas, bahasa Indonesia bukan, bahasa Jawa juga bukan, bahasa Inggris lagi, malah g nyambung. Kucari di ensiklopedia, g ktemu juga. Seingatku, aku mengenal kata itu dari pembantu di kosku yang terdahulu. Dia sering kali ngomong sesuatu dan diikuti dengan kata “empret” yang kemudian bisa kudeteksi klo dia lagi g satisfy dengan sesuatu atau dengan pernyataan orang lain, maka dia menambahkan embel-embel “empret”.

Lately, aku biasa memanggil dia dengan sebutan “empret”. Pertamanya, yah cuma sekedar olok-olokan, ngata-ngatain pake kata “empret”. Eh, tau-tau jadi kebabalasan manggil dia dengan sebuatan “empret”. Meskipun aku memanggilnya dengan sebutan itu, aku tetep sayang, makin sayang sama dia, tidak ada maksud lain selain itu.

Empretku orangnya suka marah. Sebenarnya g suka marah, tetapi aku yang sering membuat dia marah. Dia suka hilang kendali klo sudah terbawa emosinya itu, dia sering g berpikir panjang, dia suka meluapkan kemarahannya dengan ngomong keras sambil berteriak-teriak ke orang yang telah membuat dia marah. Tetapi di balik semua itu, dia adalah orang yang kadang mudah memaafkan kesalahan orang lain, dia adalah orang yang menyayangiku, dia adalah orang yang mau mempertahankan aku, dia adalah orang yang memberiku semangat, dia adalah orang yang membuatku sering menangis yang kemudian mengharuskanku untuk berpikir, dia adalah orang memaksaku untuk menjadi dewasa, dia adalah orang yang ku sayayangi.

Dari semua yang telah terjadi, aku bisa tau dan mengerti bahwa ternyata dia menyayangiku dan aku juga menyayanginya.
Empretku, tetaplah menjadi milikku untuk selamanya.
Empretku, jangan pernah sekalipun meninggalkanku.
Empretku, aku tidak akan meninggalkanmu lagi seperti kemarin hari itu.
Empretku, aku menyayangimu.

generated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nlgenerated by www.glittermaker.nl

Cleaning Out My Closet

April 21, 2006

Verse 1

Have you ever been hated or discriminated against? I have, I’ve been protested and demonstrated against.
Picket signs for my wicked rhymes. Look at the times. Sick is the mind of the motha fuckin’ kid that’s behind
all this commotion. Emotions run deep as ocean’s explodin.’ Tempers flaring from parents, just blow ‘em off and keep goin.’
Not takin’ nothin’ from no one, give ‘em hell long as I’m breathin.’ Keep kickin’ ass in the mornin,’ an’ takin’ names in the evening.
Leavem with a taste as sour as vinegar in they mouth. See, they can trigger me but they never figure me out.
Look at me now, I bet ya probably sick of me now. Ain’t you mama, I’ma make you look so ridiculous now.

I’m sorry, Mama. I never meant to hurt you. I never meant to make you cry, but tonight I’m cleanin’ out my closet.

Verse 2

I got some skeletons in my closet and I don’t know if no one knows it. So before they thrown me inside my coffin and close it,
I’ma expose it. I’ll take you back to 73 before I ever had a multi-platinum sellin’ CD.
I was a baby, maybe I was just a couple of months. My faggot father must have had his panties up in a bunch,
cuz he split. I wonder if he even kissed me goodbye. No, I don’t on second thought, I just fuckin’ wished he would die.
I look at Hailie and I couldn’t picture leavin’ her side. Even if I hated Kim, I grit my teeth and I’d try
to make it work with her at least for Hailie’s sake. I maybe made some mistakes but I’m only human. But I’m man enough to face them today.
What I did was stupid, no doubt it was dumb, but the smartest shit I did was take them bullets out of that gun.
Cuz id’a killed ‘em, shit I would have shot Kim an’ him both. It’s my life, I’d like to welcome y’all to The Eminem Show.

Verse 3

Now I would never dis my own mama just to get recognition. Take a second to listen for you think this record is dissin,’
But put yourself in my position. Just try to envision witnessin’ your Mama poppin’ prescription pills in the kitchen,
bitchin’ that someone’s always goin’ throuh her purse and shits missin.’ Going through public housing systems, victim of Munchausen’s syndrome. My whole life I was made to believe I was sick when I wasn’t ‘til I grew up, now I blew up. It makes you sick to ya stomach,
doesn’t it? Wasn’t it the reason you made that CD for me, Ma? So you could try to justify the way you treated me, Ma?
But guess what, yer gettin’ older now and it’s cold when your lonely. An’ Nathan’s getting’ up so quick, he’s gonna know that your phoney.
And Hailie’s getting’ so big now, you should see her, she’s beautiful. But you’ll never see her, she won’t even be at your funeral.
See what hurts me the most is you won’t admit you was wrong. Bitch, do ya song. Keep tellin’ yourself that you was a mom.
But how dare you try to take what you didn’t help me to get. You selfish bitch, I hope you fuckin’ burn in hell for this shit.
Remember when Ronnie died and you said you wished it was me? Well, guess what, I am dead. Dead to you as can be.

(Eminem – Cleaning out my closet)

Aku bukan pilihan hatimu

April 18, 2006

Jika, memang diriku
bukanlah menjadi pilihan hatimu
Mungkin, sudah takdirNya
kau dan aku takkan mesti bersatu

Harus slalu kau tahu
ku mencintamu sepanjang waktuku
Harus slalu kau tahu
semua abadi untuk slamanya

Karena ku yakin
cinta dalam hatiku
hanya milikmu,
sampai akhir hidupku
Karena ku yakin
di setiap hembus nafasku
hanya dirimu,
satu yang slalu kurindu

Harus slalu kau tahu
ku mencintamu sepanjang waktuku
Harus slalu kau tahu
semua abadi untuk slamanya

Karena ku yakin
cinta dalam hatiku
hanya milikmu,
sampai akhir hidupku
Karena ku yakin
di setiap hembus nafasku
hanya dirimu,
satu yang slalu kurindu

Jika, memang diriku
bukanlah menjadi pilihan hatimu

(Ungu – Aku bukan pilihan hatimu)

Ibuku, oh ibuku..

April 17, 2006

Malam ini, mengapa kacau sekali? Malam ini mengapa menyedihkan sekali? Malam ini seharusnya aku berbahagia bersama keluargaku, bersama bapak dan ibuku, bersama adik-adikku, bersama suamiku.. Tetapi kenapa semuanya jadi begini? Tidak pernah terbayang olehku.. Tuhanku, apakah memang telah Engkau menakdirkan aku menjalani jalanku yang seperti saat ini?

Berawal dari perbincangan singkat dengan ibu yang kemudian menjalar ke pertengkaran aku dan suamiku. Kesalahpahaman dan kesalahan dalam bersikap, itulah sumbernya. Kesalahpahaman itu telah menimbulkan dampak yang sangat buruk. Kali ini, emosiku benar-benar telah mengalahkan logika, yang kemudian menimbulkan penyesalan yang tak berguna.

As usual, saat kosro, yang mengendalikanku hanya emosiku, yang selanjutnya dilampiaskan pada hal-hal yang pastinya sangat tidak bermanfaat bahkan bisa dibilang merugikan. Jika kemaren-kemaren aku melampiaskan kemarahan dan kegilaan dengan membeli barang yang tidak sewajarnya, melakukan aksi ngecat rambut dengan warna aneh, maka yang telah kulakukan malam ini lebih gila lagi. Ngebut di jalanan waktu lagi mbonceng ibuku. Bener-bener gila dan tidak pernah terbayang olehku. Ngebut dengan membawa orang yang kusayangi, tanpa pikir panjang, tanpa kira-kira sdikitpun. Ibuku berpegangan kuat pada tubuhku. Aku merasakan bahwa waktu itu ibuku benar-benar takut, takut kubonceng dengan cara naik motor yang penuh emosi. Aku bisa merasakan kekhawatiran yang dirasakan oleh ibuku. Ibuku memintaku untuk menurunkan beliau di pinggir jalan, untuk ikut bonceng bapakku saja. Tapi waktu itu aku tidak mau menghiraukan. Aku terus melaju dan melaju, membawa ibuku dalam ketakutan yang luar biasa, melalui jalanan dengan cara nyetir yang benar-benar kosro untuk ukuran membonceng wanita seumur ibuku. Ya tuhanku, kenapa aku segila itu? Kenapa aku tidak berpikir panjang, apa yang kemudian akan terjadi kalau aku kurang waspada sedikit saja? Mungkin aka akan membuat ibuku sakit karena kegilaanku itu. Tapi kenapa saat itu aku benar-benar tidak memikirkan akibat yang mungkin akan terjadi? Setan mana yang sebenarnya telah merasukiku?

Ibuku, aku menyayangimu, aku tidak ingin kehilanganmu, aku tidak ingin menyakitimu, sedikitpun.. Aku selalu ingin menjagamu, aku ingin membahagiakanmu, aku ingin engkau tahu, bahwa sebenarnya aku menyayangimu, bahwa sebenarnya aku tidak akan bisa hidup jika harus tanpamu. Tanpamu, aku tidak akan ada apa-apanya, ibu.. Tanpamu, aku tidak akan ada dan hidup di dunia ini..

Akhirnya, di satu perempatan, ibuku turun dan berdiri di pinggir jalan, menunggu bapakku. Aku tidak bisa memaksa ibuku lagi untuk terus kubonceng. Lampu hijau menyala, akhirnya aku belok ke kiri lalu menepi, menunggu ibuku dan bapakku lewat. Aku tidak bisa membiarkan ibuku berada di situ sendiri. Ibuku adalah wanita, yang pastinya lemah dan tidak sekuat pria. Lalu apa yang akan terjadi jika aku meninggalkan ibuku di situ sendiri? Aku tidak ingin hal-hal buruk yang tidak kuinginkan terjadi pada ibuku. Aku menyayangi ibuku. Kali ini, otakku mulai bisa bekerja dan menalar.
Hujan mulai turun, rintik-rintik, tapi kemudian menjadi deras. Aku tidak tahan lagi, aku menoleh ke belakang. Ternyata kedua adikku sudah berada di belakangku. Juga sedang menunggu ibuku dan bapakku. Adikku yang paling kecil, akhirnya berhasil membujuk ibuku untuk berteduh, lalu aku mengantar adikku itu ke rumah. Sampai di rumah, aku langsung pergi lagi. Hujan tidak lagi kuhiraukan. Aku menghampiri tempat berteduh tadi, dan ternyata kudapati adikku yang besar yang masih menunggui ibuku yang sedang memesan makan malam untuk dibungkus dan dibawa pulang. Aku meminta ijin kepada ibuku untuk pergi keluar, ibuku memberikan ijin. Aku langsung melesat ke rumah suamiku. Aku ingin segera menyelesaikan permasalahan yang sangat menggangguku itu. Dari perbincangan, otot-ototan, engkel-engkelan dan isak tangis itu, akhirnya selesailah permasalahan. Terbukah pikiran. Jelaslah kesalahpahaman itu dan berdamailah kita berdua.

Akhirnya aku pulang ke rumah. Aku meminta maaf pada ibuku, atas aksi ngebutku tadi. Ibuku tidak berucap sepatah kata pun. Ibuku lalu menangis. Dari isak tangis ibuku, aku bisa membaca, aku bisa mengerti, bahwa saat itu, hati ibuku terasa sangat sakit. Sakit yang muncul atas tingkah lakuku. Mengapa aku selalu menyakiti hati ibuku? Mengapa aku sering menyakiti hati orang-orang yang begitu menyayangiku? Mengapa aku selalu menuruti emosiku? Mengapa aku begitu egois? Mengapa aku menjadi manusia yang tidak berguna seperti ini, ya Tuhanku?

Ibuku, aku tidak marah kepadamu atas kemarahanmu kepadaku. Karena aku tau bahwa engkau selalu menyayangiku. Telah banyak rasa sayangmu yang telah kau berikan kepadaku, tetapi apa yang telah kuberikan kepadamu? Hanya sakit hati dan rasa benci yang telah menyiksamu. Ibuku, aku tidak ingin membuatmu menderita seperti ini, aku ingin melihatmu bahagia, tetapi mengapa aku tidak pernah bisa mewujudkannya menjadi nyata? Kenapa semua itu hanya ada di anganku? Aku ingin semua itu menjadi nyata. Tetapi mengapa tidak pernah terwujud? Aku ingin engkau tahu, ibuku, bahwa aku menyayangimu, aku takut kehilanganmu. Ibuku aku sayang padamu..

Ya Tuhanku, maafkan aku atas sikapku pada ibuku. Kini baru aku sadari, bahwa marahnya ibuku kepadaku, adalah marahMu kepadaku. Maafkan aku, ampuni aku, ya Tuhanku..
Tunjukkanlah kepadaku jalan yang benar, aku tidak ingin terus tersesat di jalan ini, jalan yang tidak pernah kulalui sebelumnya, yang telah membawaku terjatuh ke jurang yang kelam. Berikanlah setitik cahayaMu, yang mampu membantuku untuk memilih dan berjalan di jalan yang benar, jalan yang Engkau ridhoi..

Back 2 Nature

Huehuehue..
Jadilah rambutku yang berwarna-warni, kembali punya satu warna ajah. Hitam. Actually, bukan hitam siy. Ni sbenernya warna ungu, tapi kliatan item, cuma klo lagi kena cahaya aja jadi kliatan ungu.. Oh, senangnya hatiku.. Kira-kira julukan baru apa lagi yah yang akan hinggap padaku?? Smoga g sburuk yang kemaren, hehehe..
Anyway, ini smua tidak lain dan tidak bukan hanya bertujuan untuk membikin hidupku biar bisa lebih hidup, biar g bosen.. Aku suka perubahan.. Huehuehue..

Sedang ingin bercinta

April 13, 2006

Setiap ada kamu..
mengapa jantungku ini
berdetak lebih kencang..
seperti genderang mau perang
Setiap ada kamu..
mengapa darahku mengalir lebih cepat
Dari ujung kaki ke ujung kepala
Setiap ada kamu..
otak ku berpikir
bagaimana caranya untuk berdua bersama kamu

Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu disini..
Aku ingin..
Aku sedang ingin bercinta karena
Mungkin ada kamu disini..
Aku ingin..

(more…)

Dosenku, oh dosenku..

April 9, 2006

Oh, Ibu Dosenku, mengapa ibu pulang meninggalkan aku dan temen2 yang mau konsultasi PPSI? Padahal batas waktu untuk konsultasi kan blum habis, masih satu setengah jam lagi.. Jadi kapan kita bisa mengkonsultasikan proposal yang sudah dibikin sebaik mungkin??? Sedangkan 2 minggu kemaren, Ibu juga pulang sebelum jadwal, kita yang dah ngantri dan g tau ternyata Ibu udah pulang.. Kita kan juga pingin dapet nilai perfect, Bu.. Hiks..

Menurut wawancara ke beberapa kakak angkatan, ternyata apa yang kualami ini bukan merupakan suatu hal yang baru di kampus galon ini. Dan anehnya, tidak hanya satu dosen aja yang sperti itu, masih ada beberapa dan bahkan banyak lagi dosen yang seperti itu. Apakah memang mahasiswa harus slalu mengalah dan mau menerima smua keputusan dosen, yang sebenarnya keputusan itu kurang adil bagi mahasiswa. Hiks.. Menyebalkan sekali. Knapa dosen harus sperti itu?
Dari hasil wawancara dengan kakak angkatan tersebut, bisa disimpulkan bahwa pada intinya, sebagai mahasiswa, harus siap dan sigap dalam menghadapi hal2 dan kenyataan seperti ini. Untuk menyikapi permasalahan yang kuhadapi tersebut, dia memberikan solusi, yaitu datang konsultasi lebih awal, artinya, misalnya konsultasi dimulai dari jam17.00 sampe jam19.30, maka klo bisa ya datang ngantri jam 17.00. Benar juga siy..

Tapi aku tetep g bisa trima, harusnya bapak/ibu dosen tetep stand by di ruangannya sampe batas waktu konsultasi habis. Meskipun tidak ada mahasiswa yang nongol untuk konsultasi, antrian konsultasi sepi, atopun karena satu alasan ekstrim, misalnya bapak/ibu dosen itu punya kepentingan yang sangat mendadak yang tidak bisa ditunda lagi. Be professional, please.. Bapak/ibu digaji adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, huehuehue.. Dalam lingkungan kampus, berarti mencerdaskan mahasiswa yang ada di kampus itu. Klo terus2an bgini, kapan bisa cerdas dan tambah pinter? Knapa smua yang mudah koq malah dipersulit?? Tanya kenapa?
HUH..

Lilypie 1st Birthday Ticker

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Viewfinder Design